Seri Fakta Ilmiah

Seri IV Fakta Ilmiah Tema “Bencana Lingkungan dan Anggaran serta Kebijakan Perlindungan Lingkungan”, Jumat, 4 Juli 2014,

Fakta 4.1 Bencana Lingkungan

 

Fakta Ilmiah 4.1. Jumlah kejadian bencana yang berhubungan dengan lingkungan seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, abrasi, kekeringan dan puting beliung mendominasi jumlah kejadian bencana yang terjadi di Indonesia*.

Lembaga PBB mengindikasikan bahwa kemampuan suatu negara, pemerintah dan bangsa mencegah dan mengatasi bencana tersebut akan menjadi kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan dan ekonomi secara keseluruhan**. Semakin rapuh dan rentan bangsa terhadap bencana, semakin sulit tujuan pembangunan dan kesejahteraan akan dicapai.**

Pertanyaannya, sudahkah pemerintah dan kita menyiapkan strategi dan program yang menyeluruh untuk melindungi bangsa dari bencana lingkungan dan alam yang kemungkinannya akan semakin mengganas?

Sumber: *Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 2014, http://dibi.bnpb.go.id/;
**UNDESA 2007, Indicators of Sustainable Development: Guidelines and Methodologies, The Department of Economic and Social Affairs of the United Nations, New York.

 

Fakta 4.2 Anggaran Lingkungan

 

Fakta Ilmiah 4.2. Hanya saja, alokasi anggaran di sektor penataan ruang dan lingkungan hidup tidak mencapai 2% rata-rata setiap tahunnya dari total pengeluaran kabupaten/kota, yang dianggarkan di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).***

Bahkan, di tingkat nasional alokasi anggaran untuk lingkungan hidup rata-rata per tahunnya hanya sekitar 1% dari total belanja pemerintah, yang dianggarkan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional).****

Pertanyaannya, bagaimana kita bisa mengelola sumberdaya alam secara lestari dan bijak serta melindungi lingkungan sehingga mengurangi bencana bila alokasi anggaran lingkungan sangat kecil adanya? Bagaimana visi dan program pemerintah ke depannya?

Sumber: ***Perhitungan dilakukan oleh penulis dari semua kabupaten/kota di Pulau Kalimantan, Sumatera, Papua dan Sulawesi di dua periode (1990-1999 dan 2000-2009); Data APBD diperoleh dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan Indonesia dan Badan Pusat Statistik.
****Perhitungan dilakukan oleh penulis dari Kementerian Keuangan 2013, Data Pokok ABN 2006-2012, Kemenkeu, Jakarta.

 

Fakta 4.3 Peraturan Lingkungan

Fakta Ilmiah 4.3. Lebih dari 7.000 peraturan daerah (Perda) yang berkaitan dengan lahan dan sumber daya alam (SDA) dikeluarkan di tingkat kabupaten/kota di Kalimantan, Sumatera, Papua dan Sulawesi (di periode 1990-2009). Dari jumlah tersebut, Perda yang berkaitan dengan lingkungan rata-rata per tahunnya sekitar 11-13%.#

Di tingkat nasional, jumlah peraturan yang berkaitan dengan lingkungan juga terbilang memadai walau masih juga tumpang tindih dengan banyak peraturan sektoral yang cenderung kepada eksploitasi SDA.

Pertanyaannya, bagaimana pemerintah ke depan dapat mensinergikan peraturan-peraturan ini dan tentunya mengawal pelaksanaannya?

Sumber: *Perhitungan dilakukan oleh penulis dari Perda kabupaten/kota yang dikumpulkan di empat pulau besar (Kalimantan, Sumatera, Papua dan Sulawesi) dari tahun 1990-2009.

 

————————————————

Seri III Fakta Ilmiah Tema “Pertanian”, Jumat, 27 Juni 2014,

Fakta Ilmiah 3.1 Pangan

 

Fakta Ilmiah 3.1. Meningkatnya penduduk dan perekonomian dunia, menyebabkan meningkatnya permintaan akan pangan secara drastis.*

Walau produksi pertanian dunia meningkat 3X (tiga kali) lipat, namun dampak negatif yang diakibatkan terutama kepada lingkungan juga meningkat signifikan*, terutama akibat keterbatasan lahan (perluasan areal pertanian dapat mengakibatkan kerusakan dan kehilangan hutan), penggunaan zat kimia yang berlebihan dan pemakaian air berlebihan.

*Grafik dibuat Fitrian Ardiansyah dari sumber Alexandratos, N & Bruinsma, J 2012, ‘World Agriculture Towards 2030/2050: The 2012 Revision’, in Global Perspective Studies Team (ed), Vol. ESA Working Paper No. 12-03, FAO Agricultural Development Economics Division, Rome; dan UNDESA 2009, World Population Prospects The 2008 Revision: Highlights, ESA/P/WP.210, United Nations Department of Economic and Social Affairs – Population Division, New York

 

Fakta Ilmiah 3.2 Beras

Fakta Ilmiah 3.2. Tantangan yang sama dialami Indonesia terutama dalam memenuhi kebutuhan beras sebagai pangan utama.

Diprojeksikan bahwa konsumsi beras akan selalu melebihi produksinya.**

Dengan keterbatasan lahan yang ada, bahkan banyak lahan pertanian diubah untuk penggunaan lainnya (140 ribu ha per tahunnya),*** Indonesia akan terus bergulat untuk mencari solusi yang tepat untuk mengatasi isu pangan ini.

**Grafik dibuat Fitrian Ardiansyah dari sumber Wailes, EJ & Chavez, EC 2012, ‘World Rice Outlook: International Rice Baseline with Deterministic and Stochastic Projections, 2012-2021’, Vol. SP 01 2012, Department of Agricultural Economics and Agribusiness, Division of Agriculture, University of Arkansas, Fayetteville.;
***World Bank 2007, World Development Report 2008: Agriculture for Development, The World Bank, Washington, DC.

 

Fakta Ilmiah 3.3 Perubahan Iklim

 

Fakta Ilmiah 3.3. Saat ini dan di masa depan perubahan iklim juga dan akan berkontribusi kepada meningkatnya penyakit, hama, banjir dan kekeringan.****

Total lahan sawah yang terkena dampak (2007-2011) lebih dari 1 juta hektar dan 140 ribu hektar diantaranya gagal panen.****

Konsumen, pemerintah, produsen, petani dan kita semua perlu cepat mencari solusinya.

****Grafik dibuat Fitrian Ardiansyah dari sumber Ditjen Tanaman Pangan 2013, ‘Tantangan Program Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan’, presentase di DNPI, Jakarta, 11 Juli

 

————————————————

 

Seri II Fakta Ilmiah Tema “Energi”, Jumat, 20 Juni 2014,

 

Fakta Ilmiah 2-1_BBM

Fakta Ilmiah 2.1. Pemakaian bahan bakar minyak (BBM) untuk energi (pembangkit listrik, transportasi, industri, dll) di Indonesia masih sangat tinggi walau sejak 2004 Indonesia sudah tidak lagi menjadi negara net eksportir minyak*.

Alhasil, impor minyak sering menjadi keniscayaan dan bila harga minyak dunia melambung tinggi, sebagai negara net importir minyak bumi, anggaran negara Indonesia menjadi terbebani setiap tahunnya. Emisi gas rumah kaca akibat pemakaian BBM pun tetap tinggi.

*Sumber: Sa’ad, S 2009, ‘An empirical analysis of petroleum demand for Indonesia: an application of the cointegration approach’, Energy Policy, vol. 37, no. 11, pp. 4391-4396; dan United States Energy Information Administration 2012.

 

Fakta Ilmiah 2-2_Sumber Energi 

Fakta Ilmiah 2.2. Dengan ketergantungan Indonesia terhadap minyak bumi yang tinggi, porsi pemasokan sumber energi setempat yang terbarukan dan lebih ramah lingkungan seperti panas bumi, air dan biomassa menjadi masih termarginalkan. Yang naik (2x lipat) adalah pemasokan sumber energi tidak terbarukan lainnya seperti batubara.**

**Grafik dibuat oleh Erick Hansnata dan Fitrian Ardiansyah dari sumber Pusdatin ESDM 2012, 2012 Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia, Center for Data and Information on Energy and Mineral Resources, Ministry of Energy and Mineral Resources, Jakarta

 

Fakta Ilmiah 2-3_Konsumsi Energi

Fakta Ilmiah 2.3. Dari sisi pemakaian energi, sektor industri (>40%) diikuti oleh transportasi (>30%) dan rumah tangga (>10%) merupakan pemakai energi terbesar di Indonesia. Pemakaian di sektor transportasi bahkan meningkat 8% di dalam satu dekade.***

Selain pemerintah dan swasta, catatan ini menunjukkan betapa kita semua sebagai konsumen energi juga perlu berkontribusi dalam solusi konservasi dan pengehematan energi serta penggunaan energi terbarukan.

***Grafik dibuat oleh Erick Hansnata dan Fitrian Ardiansyah dari sumber Pusdatin ESDM 2012, 2012 Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia, Center for Data and Information on Energy and Mineral Resources, Ministry of Energy and Mineral Resources, Jakarta

 

————————————————

Seri I Fakta Ilmiah “Tema Hutan”, Jumat, 13 Juni 2014,

Hutan Hujan2

Fakta Ilmiah 1.1. Hutan hujan secara umum di gugusan kepulauan di Indonesia merupakan ekosistem yang bersejarah dan pernah sangat mendominasi setidaknya sejak 37 ribu tahun yang lalu*.

Sumber: *van der Kaars, S, Wang, X, Kershawa, Guichard, F  & Setiabudi, DA 2000, “A Late Quaternary palaeoecological record from the Banda Sea, Indonesia: patterns of vegetation, climate and biomass burning in Indonesia and northern Australia”, Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology, Vol. 155, No. 1-2, pp. 135–153)

 

Hutan2

Fakta Ilmiah 1.2. Dengan laju kehilangan hutan (deforestasi) setiap tahunnya yang tinggi, lebih dari 1 juta hektar**, Indonesia bukan hanya beresiko akan kehilangan sumberdaya alam dan hayati utamanya, tetapi mempunyai kemungkinan kehilangan sejarah dan nilai budaya yang dikandung hutan.

**Dari penelitian:
Broich, M, Hansen, M, Stolle, F, Potapov, P, Margono, BA & Adusei, B 2011, ‘Remotely sensed forest cover loss shows high spatial and temporal variation across Sumatera and Kalimantan, Indonesia 2000–2008’, Environmental Research Letters, vol. 6, no. 1, pp. 1-9.

FAO (Food and Agriculture Organization of the United Nations) 2010, Global forest resources assessment 2010: main report, FAO, Rome.

Hansen, MC, Stehman, SV, Potapov, PV, Arunarwati, B, Stolle, F & Pittman, K 2009, ‘Quantifying changes in the rates of forest clearing in Indonesia from 1990 to 2005 using remotely sensed data sets’, Environmental Research Letters, vol. 4, no. 3, pp. 1-12.

 

Industri pulp

Fakta Ilmiah 1.3. Industri kayu dan kertas serta pulp setiap tahunnya di Indonesia berkontribusi sebesar 10-14% terhadap pencemaran air (walau industri tekstil dan makanan merupakan penyumbang terbesar pencemaran air)***.

Karenanya, upaya penghematan penggunaan kertas dan produk kayu lainnya bukan hanya berkontribusi terhadap penanggulangan deforestasi tetapi juga pencemaran air.

Keterangan: BOD (Biological Oxygen Demand) merupakan parameter pengukuran jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri untuk mengurai hampir semua zat organik yang terlarut dan tersuspensi dalam air buangan.

***Dari sumber: http://data.worldbank.org/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s